Monday, April 28, 2014

Kenangan Merbabu dan Lawu

Akhir-akhir ini gunung-gunung di Indonesia banyak yang berstatus waspada maka dari itu dalam beberapa bulan ini keinginan dan hasrat untuk mendaki juga harus diurungkan mengingat berbahaya jika tetap dipaksakan

Gak tau kenapa sebenarnya udah kangen dan gatel banget ini kaki pengen ngedaki tapi syukurnya masih ada beberapa banyak cerita, kenangan dan pengalaman yang bisa gue bagi disini.  

Kenangan yang paling berkesan dan pengalaman paling mengharukan saat ke Lawu adalah kena hujan dan angin kencang. Kalo gak salah waktu itu kita yang ikut sekitar 12 dengan 5 org cewek. Kita naik sore hari sebelum sampai puncak hampir aja mau mati diatas karena gak semua dari kita yang membawa perlengkapan dengan lengkap yaitu jas hujan, kira-kira jam 12 atau jam 1an saat kita telah berhasil melewati pos dua tiba-tiba ditengah perjalanan hujan lebat dan angin kencang juga, anginnya bener-bener buat badan menggigil dan mati kedinginan karena gak pake jas hujan, alhasil karena kedinginan akhirnya kita yang berlima saling dempet-dempetan biar agak angetan badannya. Gak lama kemudian akhirnya hujan teduh dan kita melanjutkan perjalanan dengan kaki gemetaran. Pelajaran yang didapat dari pengalaman ini adalah jangan pernah coba-coba mendaki jika tidak membawa perlengkapan yang lengkap, karena manusia tidak akan tahu, apa kehendak alam. 

Merbabu bener-bener adalah gunung yang PHP karena dibalik bukit masih ada bukit-bukit lainnya, itu adalah  ungkapan yang terlontar jika ingin sampai ke puncak hahahaha
Tapi perjalanan pas ke merbabu aman terkendali, perjalanan santai, nyaman dengan perlengkapan yang sangat lengkap dan kita para cewek sangat dimanja karena yang pergi hanya 2 orang dan stok makanannya sangat banyak :) 

Jadi intinya kalo mau ngedaki bawalah semua perlengkapan individu dengan lengkap mulai dari jaket, jas hujan, baju ganti minimal 1 pasang, kaos kaki, kaos tangan, sendal, obat-obatan (minyak angin, tolak angin, neo entrostop biar gak kebelet pas nyampe diatas hehehe) yang penting jangan lupa pakai trekking. Mungkin segitu aja ceritanya semoga bisa bermanfaat buat semua :)

Tim Merbabu

Wisudaan anggota the Latos di Merbabu 
Istirahat sejenak di ilalang :)
(Lawu)

Pose dulu sebentar
(Lawu)
Persiapan untuk pulang
(Lawu)

Kami cinta Indonesia :)
(Lawu)




Wednesday, April 16, 2014

Langkah Menuju Jerman

Episode 1
Deutschland adalah Jerman, orang jerman biasanya cenderung lebih senang mengatakan negaranya (jerman) dengan sebutan Deutschland atau yg biasa disingkat dengan DL. Berhubung gue ambil jurusan Pendidikan Bahasa Jerman disalah satu perguruan tinggi di Yogyakarta maka gue akan bercerita tentang beberapa impian yang ingin dicapai oleh kebanyakan mahasiswa jurusan ini. 

Pertama, beberapa dari temen atau kakak angkatan gue yang udah ngambil jurusan ini merasa kalo mereka salah jurusan ketika udah menginjak beberapa semeser lebih tepatnya udah semester akhir, pertanyaan yang muncul ialah kok bisa salah jurusan? warum? (kenapa) alasannya sih sepele karena lulus dijurusan ini udah nyoba daftar dan ambil jurusan lain eh malah yang keterima disini, yaudah memang takdirnya sudah disini kali kalimat ini terucap dari kalangan teman-teman dan kakak tingkat :D
Dulu gak dulu juga sih maksudnya beberapa semester yang lalu gue juga sempat merasa salah jurusan tapi alasan itu semua gue tepik dengan keyakinan bahwa kenapa kita menyia-nyiakan kesempatan baik yang telah Tuhan berikan untuk kita toh Tuhan telah mengizinkan kita untuk mempelajari hal itu berarti kita memiliki rezeki dan ilmu yang akan kita timba disana kenapa mesti merasa salah ambil langkah yakin dan terus majulah itu keputusan yang udah gue ambil. 

Kedua, masalah muncul ketika orang bertanya ambil jurusan apa mbak/mas? Pendidikan Bahasa Jerman. Mungkin bagi sebagian orang akan mengatakan wah bagus ya mbak/mas tapi sebagian dari orang awam akan mengatakan wah kalo lulus dari sana jadi apa tuh mbak/mas? kan disini masih jarang sekolah yang belajar bhs Jerman. Nah lo kagok kan mau jawab apa aa uu aa uu. Gue sih selama ini dengan pede ngejawab jadi guru bisa, kerja di dubes juga bisa sama kerja di Jerman apalagi buk/pak bisa banget malahan kalo soal masih jarang sekolah yang belajar bahasa Jerman itu salah buk/pak di Jogja banyak sekolah yang sudah belajar bahasa Jerman malahan ada guru tetapnya lagi di Padang juga :)
Kenapa mesti ragu semua langkah yang udah kita ambil itu gak ada yang sia-sia Tuhan pasti punya rencana lain :)) 

Ketiga, harapan dan keinginan mahasiswa yang ambil jurusan ini adalah bisa menimba ilmu juga di DL sekaligus ingin memperdalam kelancaran bahasa Jermannya dalam berbicara yang telah dipelajari selama bertahun-tahun mulai dari sejarah, budaya, kebiasaan, sistem transportsai dan sistem pemerintahannya rasanya hampa kalo kita gak bisa menginjakkan kaki disana, yang lain aja bisa kenapa kita nggak. Gue juga berkeinginan bahwa tahun ini bisa berangkat ke DL, Amien! :) Doakan ya semua